Sejarah SMP Ma'arif NU 01 Pekuncen
Akar Keprihatinan dan Visi Mulia (1978 - 1988)
Berdirinya SMP Ma'arif NU 01 Pekuncen berawal dari keprihatinan mendalam para tokoh masyarakat di Desa Karangkemiri pada tahun 1978
Gagasan besar ini lahir dari diskusi hangat dalam forum pengajian Mujahadah Manakib di kediaman Kyai Abu Nasor
Kyai Abu Nasor
Bapak Darsan
Bapak Sutoyo Komarudin
Bapak Solekhan
Bapak Mohamad Azhar
Habib Ja’far
Masa Perjuangan dan Keterbatasan (1988 - 2000)
Sekolah ini resmi berdiri pada tahun 1988 di bawah kepemimpinan kepala sekolah pertama, Bapak Uzer Sya’roni
Fasilitas Menumpang: Siswa angkatan pertama yang berjumlah sekitar 30 anak harus menumpang di gedung MIMA 2 Karangkemiri
. Belajar di Rumah Warga: Karena jumlah siswa yang terus bertambah, kegiatan belajar bahkan sempat berpindah-pindah ke rumah-rumah warga yang secara sukarela menawarkan tempat
. Pembangunan Mandiri: Melalui dedikasi Kyai Abu Nasor yang membeli lahan milik Bapak Suhadi serta tanah wakaf dari Bapak H. Marzuki, sekolah akhirnya mulai memiliki bangunan sendiri di lokasi lama (RT 7 RW 2)
.
Tongkat kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Bapak Drs. Abdul Waris Bahry (1994-2000)
Era Transformasi dan Perpindahan Lokasi (2001 - 2022)
Sebuah babak baru dimulai pada tahun 2001, di mana SMP Ma'arif NU 01 Pekuncen resmi pindah ke lokasi yang sekarang (RT 6 RW 1) di tepi jalan raya utama
Di bawah kepemimpinan Ibu Minarni, S.Pd. (2000-2022), sekolah mengalami transformasi besar
Prestasi Akademik: Menjadi sekolah Ma’arif pertama di Banyumas yang menyusun soal ujian mandiri (Kutilas) dan meraih nilai UN yang kompetitif di tingkat kabupaten
. Pengembangan Fasilitas: Pembangunan laboratorium komputer, perpustakaan, hingga mushola yang representatif
. Budaya Sekolah: Penguatan karakter melalui pembiasaan sholat Dhuha, tadarus, dan santri inklusif bagi anak yatim/piatu
.
Melangkah ke Masa Depan (2022 - Sekarang)
Sejak Juli 2022, sekolah dipimpin oleh Bapak Ach. Muzaqi, S.Pd.
Saat ini, di tahun 2025, SMP Ma’arif NU 01 Pekuncen telah memiliki 14 rombongan belajar dengan fasilitas yang terus berkembang, termasuk pembangunan aula baru untuk menunjang kreativitas siswa
Perjalanan ini adalah bukti nyata dari semangat gotong royong, keikhlasan para kyai, dan dedikasi para pendidik untuk mencerdaskan kehidupan bangsa

EmoticonEmoticon